Sabtu, 24 Februari 2018

TM2sabtu-240218-Fungsisalyrandistribusi

Fungsi-fungsi saluran distribusi ini lebih lanjut juga dijelaskan oleh Kotler. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) tersebut, meliputi :

  • Information, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mengumpulkan informasi penting mengenai konsumen dan pesaing. Dengan informasi ini, perusahaan dapat merencanakan dan membantu pertukaran barang.
  • Promotion, yakni saluran distribusi yang berfungsi sebagai pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif terkait produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
  • Negotiation, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mencoba menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan adanya perpindahan hak pemilikan.
  • Ordering, yakni sebagai fungsi agar pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
  • Payment, yakni agar pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lain.
  • Title, yakni saluran distribusi yang mendorong adanya perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.
  • Physical Possession, yakni untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai kepada konsumen akhir.
  • Financing, yakni saluran distribusi guna meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
  • Risk Taking, yakni untuk menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi. Hal ini dilakukan dengan langkah-langkah tertentu seperti melakukan riset pemasaran.

Jumat, 23 Februari 2018

TM1 Sejarah STMT TRISAKTI - Manajemen Material-2422018




STMT TRISAKTI adalah salah satu perguruan Tinggi Swasta dibawah Yayasan Trisakti. STMT Trisakti  berlokasi di Jalan IPN nomor 2 , Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, 13410. Telp. (021) 851 6050 (hunting), fax. (021) 856 9340.
Tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Kemudian dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Udara Niaga Trisakti.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986 tanggal 6 Desember 1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti disingkat STMT Trisakti.
Ketika itu STMT Trisakti mengelola 2 (dua) Jenjang Pendidikan, yaitu:
a. Jenjang Pendidikan D.III
b. Jenjang Pendidikan D.IV


Tahun 1986, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.


Tahun 1993, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik  Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
1. Manajemen Transpor Udara (MTU)
2. Manajemen Transpor Darat (MTD)
3. Manajemen Transpor Laut (MTL).

Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status TERDAFTAR.
Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transpor dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.

Saat ini STMT Trisakti menyelenggarakan :
I. Jenjang Pendidikan Diploma Tiga (D.III)
  1. Program Studi Manajemen Transpor Udara ( MTU) dan Konsentrasi Manajemen Bandar Udara (MBU)
  2. Program Studi Manajemen Transpor Laut (MTL)
  3. Program Studi Manajemen Logistik dan Material (MLM)
II.  Jenjang Pendidikan Strata Satu (S.I), Program Studi Manajemen, dengan Konsentrasi
  1. Manajemen Transpor Udara (MTU)
  2. Manajemen Transpor Darat (MTD)
  3. Manajemen Transpor Laut (MTL)
  4. Manajemen Logistik (MLog)
III. Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2), Program Pasca Sarjana Magister Manajemen
  1. Konsentrasi Magister Manajemen Transpor Udara
  2. Konsentrasi Magister Manajemen Transpor Darat
  3. Konsentrasi Magister Manajemen Transpor Laut
  4. Konsentrasi Magister Manajemen Logistik

Status Akreditas Program Studi
Akreditas program studi yang ada di STMT Trisakti diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, antara lain :
Program Studi Peringkat Akreditas SK BAN Dikti RI
D. III MTU A Nomor : 007/BAN-PT/AK-1Dpl III 2002 tanggal 20 Mei 2002
D. III MTL A Nomor : 006/BAN-PT/AK-1/Dpl-III/V/2002 tanggal 6 Mei 2002
D. III MLM B Nomor : 007/BAN-PT/AK-1/Dpl-III/2002 tanggal 20 Mei 2002
S1. Manajemen, Konsentrasi :
S.1 MTU
S.1 MTD
S.1 MTL
S.1 M.Log
A Nomor : 024/BAN-PT/AK-IX/XII 2005 tanggal 27 Desember 2005
S2. Manajemen, Konsentrasi :
S.1 MTU
S.1 MTD
S.1 MTL
S.1 M.Log
Nomor : 3036/D/T/2007

Gelar Akademik :
Lulusan STMT Trisakti berhak menggunakan sebutan profesional dan gelar akademik dibelakang nama sebagai berikut :
Jenjang Pendidikan Sebutan Profesional/Gelar
Diploma Tiga (D.III)
* Ahli Madya Manajemen Transpor Udara (A.Md.MTrU)
* Ahli Madya Manajemen Transpor Laut (A.Md.MTrL)
* Ahli Madya Manajemen Logistik & Mineral (A.Md.M.Log)
Strata Satu (S.1) Sarjana Ekonomi (SE)
Strata Dua (S.2) Magister Manajemen Transportasi



Alasan memilih jurusan Manajemen Logistik dan Material:
Awalnya saya ingin kuliah dengan jurusan pendidikan agama tapi Allah berkehendak lain, ibu saya menginginkan saya supaya melanjutkan study di STIKA (Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api) tapi saya menolaknya, beberapa waktu setelahnya saya diberitahukan teman saya bahwa jurusan logistik ini, lapangan kerjanya sangat luas karena Indonesia negara ke 4 maritim terbesar di dunia.
Alasan utama saya bisa tertarik dengan jurusan logistik ini karena setelah lulus bisa bekerja dibidang logistik didarat,udara maupun laut. Indonesia masih sangat membutuhkan sumber daya manusia dalam bidang logistik. Yang saya lihat orang orang masih sangat asing dengan jurusan ini padahal jurusan logistik ini memiliki peluang kerja yang sangat besar.
Alasan memilih kampus STMT Trisakti:
Karena teman saya menyarankan agar melanjutkan study di salah satu kampus swasta terbaik dalam bidang Logistik dan Transportasi.
 Apalagi Indonesia merupakan Negara yang strategis sehingga kegiatan ekspor impor sangat dibutuhkan. Dengan keadaan negara yang seperti ini, alangkah baiknya kalau kita memanfaatkan lapangan kerja yang mudah dicapai.

Jadi saya ingin memajukan sistem logistik yang ada di Indonesia agar bisa menjadi internasional. Dan saya yakin karena dosen-dosen di STMT Trisakti adalah dosen yang sudah berpengalaman di bidang transportasi  jadi pasti lulusan murid STMT Trisakti dapat mampu bekerja dengan baik dibidangnya.

Setelah lulus ingin bekerja dimana dan bidang apa?
 
Di PT. Mitra Cargo Indonesia dibagian freight forwarder
Freight Forwarder bidang kerjanya hampir sama dengan Shipping Agent.
Freight Forwarder adalah suatu badan hukum yang melaksanakan perintah pengiriman barang (muatan/cargo) dari satu atau beberapa orang pemilik barang, yang di kumpulkan dari satu tempat atau beberapa tempat, sampai ke tempat tujuan akhir yaitu penerima barang dengan melalui sistem pengaturan lalu lintas barang dan dokumen, dengan menggunakan satu atau beberapa moda transportasi tanpa harus memiliki sarana angkutan sendiri

Jumat, 16 Februari 2018

#TM1-Sabtu170218

"Definisi distribusi adalah saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat pada saluran distribusi adalah produsen, distributor, konsumen atau industri" (Basu Swastha, 2002)

Fungsi Pokok Distribusi
Fungsi pokok distribusi sebagai berikut. 
1).Pengangkutan (transportasi)
"Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat konsumen. Perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan makin majunya teknologi, kebutuhan manusia makin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan)"
2). Penjualan (Selling)
"Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut."
3). Pembelian (Buying)
"Setiap ada penjualan berarti ada kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut."
4). Penyimpanan (Stooring)
"Sebelum barang-barang disalurkan kepada konsumen, biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan, dan keutuhan barang-barang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan)."
5). Pembakuan standar kualitas barang
"Dalam setiap transaksi jual beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis, dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu, perlu adanya pembakuan standar, baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (Standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan."
6). Penanggung risiko
"Seorang distributor menanggung risiko, baik kerusakan maupun penyusutan barang."
b. Fungsi Tambahan Distribusi
Fungsi Tambahan distribusi, antara lain : 
1). Menyeleksi 
"Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha"
2). Mengepak/ mengemas
"Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian maka barang harus dikemas dengan baik."
3). Memberi Informasi
"Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi, informasi yang paling tepat bisa melalui iklan."
Kesimpulan: Bahwa manajemen distribusi memudahkan dalam mengirim barang maupun jasa ke konsumen, membuat adanya nilai tambah dalam fungsi manajemen distribusi seperti merealisasikan kegunaan, waktu, bentuk, tempat dan kepemilikan dalam arus pemasaran yang terjadi.

Referensi:
http://jurnalmanajemen.com/distribusi/
http://www.artikelsiana.com/2014/11/tujuan-tujuan-distribusi-fungsi-fungsi-distribusi.html

Sabtu, 17 Desember 2016

#171216-TM7-Rangkuman K8-K13

Transportasi dan Logistic
Logistic adalah proses me-manage perpindahan dan penyimpanan bahan, barang setengah jadi dan barang jadi dari supplier antar fasilitas entreprice lalu ke customer

Peran logistik dalam mencapai “lebih murah” adalah proses rekayasa ulang logistik untuk mengurangi biaya, antara lain dengan pengaturan kapasitas, ekonomi, logistik ramping, dan pengurangan persediaan.
.
manfaat transportasi yaitu:

1. Kegiatan ekonomi bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang menyangkut peningkatan kebutuhan manusia dengan mengubah letak geografis barang dan orang sehingga akan menimbulkan adanya transaksi

2. Transportasi menciptakan persatuan, pelayanan lebih luas, keamanan negara, mengatasi bencana, 

3. Manfaat Kewilayahan Memenuhi kebutuhan penduduk di kota, desa, atau pedalaman terutama yang berkaitan dengan sirkulasi dan mobilisasi serta perangsang pembangunan.

Transportasi Darat
 Plat Kuning
1. UU no 22 tahun 2009 pasal 47 ayat 3 disebutkan dengan jelas bahwa kendaraan berdasarkan fungsinya terbagi menjadi kendaraan umum (plat kuning) dan kendaraan perorangan (plat hitam)
2. UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

TRANSPORTASI PERKOTAAN
Strategi:
·         Mempertimbangkan besar skala pelayanan secara bersikenambungan :
·         Meningkatkan rekayasa dan management lalulintasn
·         Keterpaduan antar moda
·         Menggunakan kendaraan ramah lingkungan dan hemat BBM
Intervensi pemerintah :
membatasi setiap kepemilikan kendaraan pribadi

Transportasi Laut
Undang Undang No. 17 Tahun 1985 Tentang : Pengesahan United Nations Convention On The Law Of The Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa Tentang Hukum Laut) Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 17 TAHUN 1985 (17/1985) Tanggal : 31 DESEMBER 1985 (JAKARTA) Sumber : LN 1985/76; TLN NO. 3319.

Mengingat : Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA (KONVENSI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA TENTANG HUKUM LAUT)

Pasal 1 Mengesahkan United Nations Convention the Law of the Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut), yang salinan naskah aslinya dalam bahasa inggeris dilampirkan pada Undang-undang ini.
Pasal 2 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta pada tanggal 31 Desember 1985 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOEHARTO diundangkan di Jakarta pada tanggal 31 Desember 1985
Transportasi udara
 Strategi Transportasi Udara – Eco Airport
1.       Pengembangan bandar udara dalam jangka panjang akan mengikuti strategi optimalisasi, pendanaan, antisipasi keadaan darurat, keterbukaan, sinergi operasi, sertifikasi, eco airport, dan otomatisasi bandara.
2.       Strategi eco-airport terkait dengan kewajiban menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan
3.       Eco –airport adalah sebuah strategi yang membuat sebuah bandara menjadi ramah lingkungan yang berarti memanfaatkan sumber daya lingkungan yang ada dengan dampak kerusakan atau gangguan lingkungan seminimal mungkin. 

Strategi Transportasi Udara – Sky Marshall
`              1. Di bidang keamanan penerbangan dalam jangka panjang akan mengikuti strategi ofensif, yaitu: audit security, pemeriksaan barang kiriman dengan anjing pelacak, dan penggunaan Sky Marshall sebagai sistem pengamanan di dalam pesawat udara
  1. Sky Marshall adalah penegakan hukum secara rahasia atau counter agen teroris di pesawat komersial untuk melwan pembajakan pesawat.
  2. Sky Marshall dapat diberikan oleh maskapai penerbangan yang menyediakan Sky Marshall setiap penerbangan seperti maskapai El Al
Transportasi Perkeretaapian
Strategi Transportasi Perkeretaapiaan- Random CS strategi:
Kondisi:
Masih terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api.

Strategi:
•       Pengujian dan sertifikasi kelaikan prasarana dan sarana.
•       Audit khusus prasarana dan sarana.
•       Pelaksanaan random check sarana.
•       Pengujian petugas operasi dan peningkatan keselamatan di JPL (penjaga perlintasan kereta api)

 Strategi Transportasi Perkeretaapiaan- Parsial Double Track
Kondisi:
Jalur perlintasan kereta api terbatas.

   Strategi:
1. Pendekatan Pos Blok.
2. Parsial Double Track.     


Strategi Transportasi Perkeretaapiaan- Keterpaduan Intra dan Antar Moda

Kondisi:
Akses menuju stasiun terbatas.

 Strategi:
•       Pengembangan kereta api perkotaan sebagai angkutan massal berbasis jalan rel.
•       Pengaktifan lintas cabang.
•       Menghidupkan lintas mati.
•       Mengupayakan keterpaduan intra dan antar moda dalam sistem angkutan jalan rel.
Air Cargo Survices

Definition dan Characteristics
Karateristik cargo udara adalah sesuai dengan bentuk, ukuran, kepadatan dan berat. Ketidakseimbangan arus cargo udara juga termasuk karakteristik yang harus diperhatikan

Air Cargo Servies and Emerging Issues
Berikut ini adalah beberapa isu yang muncul penting yang berkaitan dengan layanan cargo udara.
-          Cargo udara melayani kepentingan ekonomi yang lebih luas dan sekarang meliputi area layanan baru
-          Globalisasi dari proses manufaktur telah membuka batas baru
-          Jasa Cargo udara yang digunakan untuk menjadi oleh-produk dengan cargo mengisi kapasitas penumpang yang tidak terpakai dari pesawat.
-          Transportasi udara semakin menjadi salah satu dari banyak elemen di intermodal rantai transportasi cargo secara keseluruhan.

Jumat, 16 Desember 2016

#161216-TM6-Air Cargo Survices

Definition dan Characteristics
Karateristik cargo udara adalah sesuai dengan bentuk, ukuran, kepadatan dan berat. Ketidakseimbangan arus cargo udara juga termasuk karakteristik yang harus diperhatikan.
Development of air cargo
Ada 2 faktor yang memngaruhi pertumbuhan cargo utama.
1.       Pengembangan pasar berkaitan dengan global dan khususnya pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDB)
2.       Kemajuan teknis dan teknologi dan pengembangan yang sangat dipengaruhi desain pesawat cargo dan kegiatan ground handling yang efisien.
The Network.
1.       Jaringaan Linear
Menurut Holloway (1998) jaringan linear tidak hanya membawa lalu lintas asal-tujuan non-stop rute, tetapi juga melalui asal dan tujuan lalu lintas lokal di beberapa stop-rute.
2.       Jaringan grid
Jaringan grid dapat di tandai penerbangan pendek dan jarak menengah di terutama dalam negeri. (Hamoen, 1997. Jaringan Gridsonora: Hamoen (99)
3.       Hubungan dan Berbicara
Jaringan memiliki peran penting dalam transportasi cargo udara salah satunya adalah Fedex, salah satu integrator utama yang memberikan pengiriman ekspress.
Menurut Holloway (1998) tujuan utama dari jaringan ini adalah untuk memaksimalkan jumlah koneksi yang dicapai oleh cargo udara yang masuk. Hubungan penting untuk pengembangan cargo paling tidak karena barang tidak selalu berasal dari bandara penumpan berorientasi tradisional.
Air Cargo Facilities
Operator-Operator cargo udara utama memiliki 4 masalah utama ketika memutuskan dimana untuk mencari fasilitas mereka dan dimana untuk mendaratkan pesawat mereka.
-          Permintaan keseluruhan untuk layanan mereka di wilayah yang dilayani oleh bandara
-          Lokasi dan aksesbilitas dari situs bandara
-          Kondisi dan fasilitas bandara itu sendiri
-          Ekspansi masa depan bisnis mereka di wilayah tersebut.
Air Cargo Servies and Emerging Issues
Berikut ini adalah beberapa isu yang muncul penting yang berkaitan dengan layanan cargo udara.
-          Cargo udara melayani kepentingan ekonomi yang lebih luas dan sekarang meliputi area layanan baru
-          Globalisasi dari proses manufaktur telah membuka batas baru
-          Jasa Cargo udara yang digunakan untuk menjadi oleh-produk dengan cargo mengisi kapasitas penumpang yang tidak terpakai dari pesawat.
-          Transportasi udara semakin menjadi salah satu dari banyak elemen di intermodal rantai transportasi cargo secara keseluruhan.

-          Titik fokus telah pindah dari mode transportasi ke barang itu sendiri

Sabtu, 10 Desember 2016

#101216TM5-Strategi Transportasi Perkeretaapian

Sabtu 10 Desember 2016



Kondisi Transportasi Nasional 1995-2004
Dalam kurun waktu 1995 - 2004 telah dilaksanakan program pembangunan prasarana dan sarana perkereta-apian, meliputi: peningkatan jalan kereta api,pembangunan badan jalan kereta api, pembangunan jalan kereta api, rehabilitasi/peningkatan dan perkuatan jembatan kereta api,pembangunan jembatan baru, pembangunan pintu perlintasan, rehabilitasi KRL/KRD dan pembangunan Kereta K3 untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan aksesibilitas pelayanan perkeretaapian.

Bahkan pada periode tahun 2000 - 2004 telah selesai dilaksanakan pembangunan jalur ganda kereta api sepanjang 162 km, diantaranya adalah pembangunan jalur ganda di lintas padat seperti: Jakarta - Bandung (54 km); Cikampek - Cirebon (54 km); Yogyakarta - Solo (42 km); dan Tegal -Brebes (12 km)

Strategi Transportasi Perkeretaapiaan-Random CStrategi:
Kondisi:
Masih terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api.

Strategi:
       Pengujian dan sertifikasi kelaikan prasarana dan sarana.
       Audit khusus prasarana dan sarana.
       Pelaksanaan random check sarana.
       Pengujian petugas operasi dan peningkatan keselamatan di JPL (penjaga perlintasan kereta api)

 Strategi Transportasi Perkeretaapiaan-Parsial Double Track
Kondisi:
Jalur perlintasan kereta api terbatas.

   Strategi:
1. Pendekatan Pos Blok.
2. Parsial Double Track.     


Strategi Transportasi Perkeretaapiaan- Keterpaduan Intra dan Antar Moda
Kondisi:
Akses menuju stasiun terbatas.

 Strategi:
       Pengembangan kereta api perkotaan sebagai angkutan massal berbasis jalan rel.
       Pengaktifan lintas cabang.
       Menghidupkan lintas mati.
       Mengupayakan keterpaduan intra dan antar moda dalam sistem angkutan jalan rel.

Jumat, 09 Desember 2016

#091216TM4-Strategi Transportasi Udara

Kondisi Transportasi Nasional 1995-2004
1.       Pada kurun waktu 1995 - 1999 pelayanan transportasi udara mengalami keterpurukan terkait dengan krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997. Hal ini membuat perusahaan penerbangan mengurangi jumlah armada yang dioperasikan, bahkan mengembalikan pesawat-pesawat sewa, mengurangi rute dan frekuensi penerbangan. Beban perusahaan penerbang-an nasional semakin berat untuk menutup biaya operasi, meskipun telah dilakukan penyesuaian tarif beberapa kali
2.       Pada tahun 2000 - 2004 sejalan dengan dimulainya kebijakan multi operator angkutan udara nasional, pertumbuhan angkutan penumpang dalam negeri rata-rata sebesar 24,5% per tahun dimana jumlah penumpang pada tahun tahun 2000 sebesar 7,62 juta orang menjadi 23,76 juta orang pada tahun 2004 . Sementara itu pertumbuhan permintaan jasa angkutan barang/cargo udara dalam negeri pada kurun waktu tahun 2000 - 2004 mengalami penurunan rata-rata sebesar 75% yaitu sebesar 119.546 ton pada tahun 2000 menjadi sebesar 208.902 ton tahun 2004

3.       Sampai dengan tahun 2004 Indonesia telah mengadakan perjanjian hubungan udara bilateral dengan 67 negara mitra wicara, sedangkan untuk perjanjian hubungan udara multilateral Indonesia telah melakukan perjanjian dalam beberapa tingkat yaitu Sub Regional seperti IMT-GT dan BIMP-EAGA; Regional (ASEAN); Asia Pasifik (APEC) dan tingkat Global (WTO/GATTs). Dalam implementasinya, perusahaan penerbangan mengacu kepada hasil perjanjian baik bilateral maupun multilateral.


 Strategi Transportasi Udara – Eco Airport
1.       Pengembangan bandar udara dalam jangka panjang akan mengikuti strategi optimalisasi, pendanaan, antisipasi keadaan darurat, keterbukaan, sinergi operasi, sertifikasi, eco airport, dan otomatisasi bandara.
2.       Strategi eco-airport terkait dengan kewajiban menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan
3.       Eco –airport adalah sebuah strategi yang membuat sebuah bandara menjadi ramah lingkungan yang berarti memanfaatkan sumber daya lingkungan yang ada dengan dampak kerusakan atau gangguan lingkungan seminimal mungkin. 

Strategi Transportasi Udara – Sky Marshall
1.               1.   Di bidang keamanan penerbangan dalam jangka panjang akan mengikuti strategi ofensif, yaitu: audit security, pemeriksaan barang kiriman dengan anjing pelacak, dan penggunaan Sky Marshall sebagai sistem pengamanan di dalam pesawat udara
  1. Sky Marshall adalah penegakan hukum secara rahasia atau counter agen teroris di pesawat komersial untuk melwan pembajakan pesawat.
  2. Sky Marshall dapat diberikan oleh maskapai penerbangan yang menyediakan Sky Marshall setiap penerbangan seperti maskapai El Al

Revenue Management Pt Pos Indonesia

Kelmpok FCL: -Arifah -Azaria Mahsa -Dani Wijatmoko -Dinda Islah -Michael Krenius -Novila Kusuma -Putri Fara Sansabilla -Siti Sarah...